Mechanical tools for mounting and dismounting

NG-Campaign-banner-Hydraulic-(dis)mounting

Mounting

Around 16% of all premature bearing failures are a result of poor fitting or using incorrect mounting techniques. Individual applications may require mechanical, heat or hydraulic mounting methods for correct and efficient bearing mounting. Selecting the correct mounting technique for your application will help you extend your bearing’s service life and reduce costs resulting from premature bearing failure, as well as potential damage to the application.

Mounting bearings in a cold condition
Small and medium size bearings are generally cold mounted.Traditionally, the bearing is mounted using a hammer and a length of old pipe. This practice can cause forces to be transmitted through the rolling elements, resulting in damage to the raceways. SKF’s fitting tool helps prevent bearing damage by applying the forces to the bearing ring with the interference fit.

Dismounting

When dismounting bearings, care must be taken not to damage other machine components, such as the shaft or housing, as damage can compromise the machine’s efficiency and lifetime. Bearings are sometimes dismounted to maintain or replace other components of the machine. These bearings are often re-used. Selecting the correct dismounting methods and tools is then essential in reducing the risk of personal injuries and reducing the risk of damaging the bearing, thus allowing it to be used again. Individual applications may require mechanical, heat or hydraulic dismounting methods and tools to allow safe, correct and efficient bearing dismounting.

Mechanical dismounting
Choosing the right puller for the job is critical. The puller type, and its maximum withdrawal capacity are crucial for completing any dismounting job safely and easily. Puller overload can result in breakage of the puller’s arms and/or beam and therefore should be avoided. This breakage can damage the bearing or shaft and can cause personal injury. In general, it is recommended to use a three-arm puller rather than a two-arm puller as the three-arm puller is more stable. Whenever possible, apply the withdrawal force to the ring with the interference fit. SKF offers a complete range of easy-to-use mechanical, hydraulic and hydraulically-assisted bearing pullers for use in many bearing applications.

watch this video!

By Nurwidodo Estu Aji
Sampingan

PRAKTEK GENERAL ENGINE
SISTEM REM
(Rem Tromol Tipe Leading Trailing Shoe)

IKIP Veteran

PTM OTOMOTIF REG. IIA

IKIP VETERAN SEMARANG

Kelompok :

  1. žArdi Kristianto
  2. žM. Kahlil Gibran
  3. žNurwidodo Estu Aji
  4. žFravarta Riza
  5. žPuguh Satria Wijaya
  6. žPutro Nugroho

I. Tujuan Praktek

  • žMemahami konstruksi dan jenis rem tromol
  • žMengetahui komponen-komponen rem tromol
  • žMemahami fungsi tiap komponen rem tromol
  • žMemahami cara kerja rem tromol
  • žMenidentifikasi kerusakan pada sistem rem tromol

žII. Keselamatan dan Keamanan Kerja

  • žMembaca dan memahami panduan kerja
  • žMematuhi prosedur langkah kerja
  • žMengunakan alat sesuai fungsinya
  • žMemakai perangkat keamanan
  • žMenjaga keamanan tempat kerja

III. KOMPONEN REM

1. Tromol Rem

TROMOL REM

2. Backing plate

BACKING PLATE

3. Sepatu rem

BRAKE SHOE (SEPATU REM)

4. žPegas pembalik

PEGAS PEMBALIK

5. Pegas penahan sepatu, mangkuk dan pen.

PEGAS PENAHAN SEPATU REMMANGKUKPEN

IV. LANGKAH PRAKTEK

PELEPASAN REM TROMOL

1. LEPAS RODA

2. LEPAS TROMOL REM

TROMOL

3. LEPAS PEGAS PEMBALIK

  • Menggunakan SST/ tang, lepas pegas pembalik depan dan belakang

03042013(021)

4. LEPAS SEPATU REM

  • žMenggunakan SST, lepas pegas penahan sepatu atas, dua mangkuk dan pen. Kemudian lepas sepatu rem.
  • žDengan cara yang sama, lepas sepatu bawah.

pelepasan sepatu rem

PEMERIKSAAN KOMPONEN

1. PEMERIKSAAN KOMPONEN YANG DIBONGKAR

  • Periksa komponen dari keausan, karat atau kerusakan.

TROMOL REMBRAKE SHOE (SEPATU REM)backing plate

2. BERSIHKAN PELAPIS SEPATU DAN BAGIAN DALAM TROMOL MENGGUNAKAN KERTAS AMPLAS

pengamplasan kampaspembersihan kampaspengamplasan tromol

3. UKUR PELAPIS SEPATU REM (KAMPAS REM)

  • žBila ketebalan kampas kurang dari nilai minimum atau terlihat tanda keausan yang tidak merata, gantilah sepatu rem.

Ketebalan minimum : 1,0 mm (0,039 in).

Ketebalan standar : 6,0 mm (0,236 in).

pengukuranpengukuran kampas

4. UKUR DIAMETER DALAM TROMOL REM

Diameter maksimum : 230,6 mm (9,079 in).

Diameter standar : 228,6 mm (9,000 in).

  • Bila tromol rem tergores atau aus, tromol rem dibubut sampai pada batas diameter maksimum.

Hasil : Ketebalan kampas dan diameter tromol masih dalam kondisi Standar/baik.

pengukuran diameter tromol

5. PERIKSA PERSINGGUNGAN  PELAPIS SEPATU DAN TROMOL REM.

  • žBila permukaan gesek antara pelapis sepatu dan tromol rem tidak baik, gerindalah pelapis sepatu atau ganti rakitan sepatu rem.

celah persinggungan rem

6. PERIKSA SILINDER RODA DARI KARAT, KERUSAKAN DAN KEBOCORAN

Hasil pemeriksaan: Silinder masih dalam keadaan baik

silinder rodasilinder roda

PERAKITAN REM TROMOL

1. PASANG SEPATU REM

  • žLetakkan sepatu rem atas pada posisinya menggunakan SST, pasang pegas penahan sepatu, dua mangkuk dan pen.

pemasangan pegas pembalikpemasangan pegas penahan sepatu rem

2. PASANG TROMOL REM
  • žSetel celah sepatu rem
  • žPasang tromol rem

penyetelan rempemasangan tromol

SISTEM REM (Rem Tromol Tipe Leading Trailing Shoe)

By Nurwidodo Estu Aji

Mazda Kembangkan Mesin Rotari Rendah Emisi

Sumber : Mazda Motor Corp. | Author : -

Mesin rotori atau Wankel Mazda dikembangkan lagi untuk memenuhi standar konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang global

Hiroshima, KompasOtomotif — Mazda tetap mempertahankan mesin legendarisnya, yaitu rotari atau Wankel, dan akan memperbarui beberapa produk masa depannya. Paling tidak, itulah makna yang muncul dari keinginan Mitsuo Hitomi, General Manager Pengembangan Mesin Penggerak Mazda.

Pengembangan terus dilakukan untuk menghasilkan efisiensi bahan bakar dan emisi gas buang yang lebih rendah. Tujuannya, membuktikan mesin rotari bisa lolos uji standar emisi. “Kami memperoleh solusi untuk menciptakan mesin rotari yang efisien, setara dengan mesin piston bolak-balik. Kami tak sabar untuk segera menghadirkannya kembali ke pasar,” ungkap Hitomi, dikutip Ward’s Auto.

Perubahan yang dilakukan adalah penggantian bahan untuk rumah troikoid (troichoid housing) dan sil puncak (apex seal) di ujung piston yang berbentuk segitiga. Diharapkan, penggantian material yang lebih baik bisa mengirit bahan bakar dan emisi yang lebih rendah. Sebelumnya, mesin rotari terkenal “doyan minum” karena apex seal yang dibuat dari teflon harus dibasahi dengan bensin agar tidak lumer.

Kondisi tersebut menyebabkan mesin rotari tidak bisa memenuhi persyaratan konsumsi BBM dan kadar gas buang. “Diharapkan, bahan baru tersebut bisa memberikan hasil positif,” urai Hitomi. Ditambah lagi, sistem pengapian yang disesuaikan untuk mengimbangi kinerja mesin.

Mazda melihat peluang, mesin rotari dikawinkan dengan teknologi SkyActive dan motor listrik. Diharapkan, mesin ini akan menjadi sumber tenaga utama RX-9 atau RX-7 EREV.

How The Rotary Engine work

 

By Nurwidodo Estu Aji

Penerimaan Siswa Baru

Nurwidodo Estu Aji:

Penerimaan Siswa Baru

Originally posted on smkgondang:

Pamflet

A.     Tempat Pendaftaran

1)     Jalur Prestasi di : BP/BK sekolah Asal

2)     Jalur Umum di : SMK Gondang

B.     Waktu Pendaftaran

1)    Jalur Prestasi, Tanggal 4 Maret s/d 4 April 2013

2)    Jalur Umum, tanggal 8 s/d 27 Juni 2013

C.     Syarat Pendaftaran

1)    Jalur Prestasi

  1. Syarat umum :

–   Usia maksimal 21 tahun

–   Tidak bertindik dan tidak bertato

–   Tinggi badan :

  1. Laki-laki      : 155 cm
  2. Perempuan : 150 cm
  3. Syarat khusus :

–   Mengisi formulir pendaftaran

–   Foto kopi akta kelahiran

–   Surat keterangan sehat (bila diterima)

–   SKKB dari sekolah.

–   Foto kopi raport semester 1 s/d 5 (mata pelajaran UN minimal 75) dilegalisir oleh kepala sekolah.

–   Pas foto 3 x 4 hitam putih sebanyak 4 lembar

–   Foto kopi Piagam penghargaan / prestasi (Legalisir)

–   Data persyaratan di dalam stopmap :

  1. Warna Biru untuk pendaftaran TKR
  2. Warna Kuning untuk pendaftaran OTR
  3. Warna Hijau…

View original 169 more words

By Nurwidodo Estu Aji

Originally posted on WordPress.com News:

Do you shoot photographs or video? Illustrate, paint, or draw? Design things? If you answered “yes” to one or more of the above, WordPress.com is the perfect place to show your stuff. We’ve just launched WordPress.com/portfolios to help you build an online portfolio you’re proud of.

Portfolios

Over 30 portfolio themes

You need a canvas that lets your work shine. With over 30 portfolio themes to choose from (and over 200 total themes in our Theme Showcase), there’s surely one that reflects your style.

Portfolio Themes

Customize your theme

Your online portfolio is about you and your personal brand. All of our themes let you set a custom header image and a custom background image or color.

Customize Your Site

Turn your portfolio site into a work of art in itself with the Custom Design upgrade. Choose the fonts and colors that match your personal style, and tweak your design even further with Custom…

View original 396 more words

By Nurwidodo Estu Aji

Geguritan Anggitane AKA 3

Gambar

TANPA SLIRAMU

Ing sajroning ati aku nangisi

uripku kang wis tanpa arti

ngadhepi dino-dino tanpa kowe ning sisi

 

Ora gampang anggonku nglalekake

swaramu,esemmu,tangismu

iku bagian saka jiwaku

 

Meski rembulan ora mampu nyinari wengi

meski kembang wis ora sanggup mewangi

nangin ning kene aku tetep ngenteni

 

Pinginku mabur menyang rembulan

nanging sayapku ora sanggup

ninggalke sliramu

 

Aku ning kene

kayata lemah sing ora wedi terkikis wektu

kayata wajan sing ora wedi dibakar

ora wedi panas geni

 

Meski aku ngerti

tresna iki ora bakal siji

nanging aku ngrasa bejo

ing njero atiku ana kembang

ayu kaya sliramu

Angitane : Ratna Sari.

TRESNAMU

Wengi iki peteng tanpo tresnamu

Sukmaku melayang tanpa awakmu

Tangan iki mboten pingin ucul kadek tanganmu

Mripate iki slalu mandeng senyum manismu

Dalan tresna iki tan kendhat

             Yen aku cecaketan karo atimu

             Kangenku mboten bakal mari

             Yen aku mboten nyumbe tresnamu

Panjenengan dokter sukmaku

Karna tresnaku sampun ing awakmu kabeh

Anggetan : Reiska Desliana

 

WENGI SING PETENG

Ing tengah wengi

Wulan iku padang sanget

Ngilengake aku marang

Mripatmu kayata bintang

lan swara panjenengan kang merdu

gawe aku pingin ketemu

nanging aku mboten ngertos papanmu

nanging katah tantangan ing uripku

mboten saged ngilangake rosoku marang awakmu

barat iku ngancani wengiku

sing mboten saged turu

amarga mikiri awakmu

jagad iki saksiku

sing tresno sanget marang awakmu

Anggitane: Ria Amalia

 

TRESNA Sak LAWASE

 

Manuk padha tembang ing wektu enjing

Kayata atiku sumringah

 

Lan tersnamu bisa gawe bungah awakku

Uripku dadi tentrem krana tresnamu

 

 

Cahyamu kang madhangi atiku

Sukmaku kumelyang kegawa angin

 

 

Nanging nalika aku dhahar aku kelingan awakmu

Lan aku ndelok lintang-lintang

Sing padha tibo saka langit

 

 

Lan aku nyuwun dungone marang gusti Allah swt

Muga-muga tresnamu lan tresnaku abadi

                                                                             Anggitane: Ria Putri Agustina.

 

PERASAANKU

Mesemmu kadya rembulan.

Swaramu kadya gelombang.

Cahyo mripatmu saget indah.

Aku pengen kadya bintang.

Seng kerep madangi dina-dinaku.

Aku pengen slirahmu kadya kupu-kupu.

Seng kerep Menghiasi uripku.

Lan aku pengen slirahmu uga kadya bolpen.

Seng kerep ngisi relung sukmaku.

Mandeng pasuryamu gawe atiku adem lan tentrem.

Tresnaku karo slirahm saget jemblang.

Kadya jemblange lautan.

Tresnaku karo slirahmu saget dhuwur.

Kadya langit lan bumi.

Yen aku adoh saka slirahmu.

Dina-dinaku krasa sepi.

Tresnaku lan tresnamu kagubet ribet lan ruwet.

Panjenengan.

Sihku, penerang atiku, penyemangat uripku.

Kancani sukmakuing njero dina-dinaku.

Yen aku bias weruh mesemmu.

Anggitane : Riyan Ardiansyah

 

MBUKA BUKU ANYAR

Aku milih mlaku ing Tengah deres e banyu udan

Supaya rak ana seng reti

Yen aku nangis

Mung aku piyambak

Wengi sensaya peteng lelimengan

Nanging rembulan kang elok

Prasasat tan lelah madangi wengi iki

Aku lunga nggawa sak genggem tresna

Kang ana ing atiku                 

Lan aku meh ngasih

Marang wong kang tulus tresna aku       

Atise banyu udan

Petenge jagat iki

Orak dedi halangan kangge wujudake semangatku

Aku pengen mbuka bukuku kang anyar

Supaya bisa nulis

Dina – dina ing ngarep

Bareng wong kang tulus tresna marang aku

Weneh ana sak titik cahyamu

Supaya aku bisa weruh

Ana ngendi awak mu

Anggitane: Rizki Afiyah

 

Tresno kang adoh

Kulo ngeroso seneng na sampean ing  sampingku

Kulo ngeroso trenyuh na sampean mboten bersamaku

Walaupun kini sampean adoh dariku

kulo bakal trus tresno  datheng dirimu

kulo bakal trus enteni dirimu

nang ngendi bae kulo trus mikirin sampean

socamu engkang sipit

senyummu engkang manis lan

tembangmu enggkan membuatku tenang,tentrem lan bahagia                                                                                            

                                                                                                      Anggitane: Septianingsih Margalani

 

GURUKU

Semilir angin sayup – sayup tak krunguni

Kalian suara gemuruh ombak ing kala peteng

Saking keadohan aku nyekseni

Pantulan esemmu ing dalem cahya senja

 

Kelingan kala awakmu teko

Sirami kegersangan ilmu ing dalem awakku

Saingga aku bisa ngrasakne

Sebuah kesenengan ing dalem uripku

Lan aku dadi berguna

Kayata kembang seng selalu di inggapi tawon lan kupu – kupu

 

Jasamu bakalan tak kenang tekan akhir hayatku

Lan asmamu bakalan kusimpen

Ing dalem sukmaku

Anggitane: Shovi Mumtazaturrohmi

 

WAJAHMU

Wajahmu kayata sinar rembulan

Kang madhangi jagat petengku

Wajahmu kayata srengenge

Kang ngancani setiap jangkaku

 

Tanpamu

Aku kayata wit tanpa godhong

Wajahmu lembut kayata bahan sutra

Wajahmu ngalahke sinar rembulan

Nalikane kula sare

Rupamu krasa neng ngimpi ku

 

Oh bunga desa

Kau di didik anggo welas asih

Watakmu sing lembut lan sopan

Gawe wong lanang mesti ngluru lan ngucapake

Aku tresna karo sampean

Anggitane: Siska Maya Sari

 

KATRESNAN

Sajroning atiku panjenengan iku sempurna

Jantungku berdebar ketika ndelok atiku

Aku luru papanmu ing atiku

Aku tindhak ing atimu kangge ngisi dina-dinaku

Mripatmu kayata bintang kang kedapkedip

Swaramu kayata ombak banyu ing segara

Esemu gawe atiku tentrem lan gembira

Aku seneng sekabehe  kang enten ing awakmu

Mustakaku kelingan kowe terus

Aku tresna panjenengan

Anggitan: Siti Alfiyah

MAMRING TANPAMU

Jagatku mamring tanpamu

Wektu mboten wonten warta

Kembang-kembang lan watu padha melu mamring

 

Kancana aku ning kehidupan niki

Prasasat kalung sing nempel ing guluku

Pensil kadya saksi tresna kita

 

Wektu iku urip ing petengan

Cahyamu kadya madhangi jagatku

 

Krasa abot ninggalke awakmu

Wektu keinginanku kelaksana

                                                                                                Anggitane: Siti Arohmah

 

Kangenku

Enjing kang cerah

Aku krungu swara ayam kang merdu

Angin kang semilir ngelingake aku marang awakmu

Saben aku arep mangan, saben aku arep turu

                        Aku mesti kelingan wajahmu

                        Aku kangen marang awakmu

Rambutmu kang ngombak banyu

Gawe aku ora bisa nglalekake awakmu

Awan putih kang cerah

Madhangi gesangku lan awakmu

                                                            Anggitane: Siti Ikromah

 

Guguran Godhong

Padhang rembulan wengi

Ananging tak sepadhang atiku

Guguran godhong laksana lambangke ati

Awan kang semula cerah pun sakniki dadi redup

            Nalika sliramu mutuske lungo

            Sukma kang semula seneng dadi duka

            Ati semakin remuk nalika aku kelingan awakmu

Indah praemu laksana damar kanginan

Mesemmu isih kesimpen ing sajroning ati

Sungguh aku ora bisa nglupakke. . . . .

Rungokake duh pepujaning ati . . . .

Ing dhuwur meja iki ku tulis geguritan kanggo sliramu

                                                                                                Anggitane: Siti Kholifah

 

SUARA

Suara sensaya meneng

Nalika kowe tindhak menyang jakarta

Nalika aku kelingan mesemmu sing manis nemen

Madhangi  jangkah lan jagatku

Ana ngendi papanmu aku tetep ana ing atimu

Tanganmu prasasat tan kendhat

Nglambaian marang aku

Nalika kowe ngancani aku

Ataerasa mulya atiku

Oh suara sampekna salamku

Kangge renjangku ten Jakarta

Betapa aku tresna marang kowe

Tanpa kabar tanpa swara

Atiku terasa lemah anggonku

Ngadepi dina-dina tanpamu

Swara sampekna salamku sakamu swara

Anggitane : Siti Munawaroh ( A )

 

SAMPEAN

 

Sanajan mripatmu sipit

Tapi cinta ku rak sesipit mripatmu

 

Awakmu iku tulang rusukku

Kangen lan rinduku kang selalu bertepi kangge sampean……..

 

Sukma mu lan sukma ku wes dadi siji ing sajroning ikatan cinta

Drijine Mucuk Eri…….

Kayata bulan lan bintang aku karo awakmu mesthi bareng….

 

Swaramu selalu terdengar neng telingaku

Nalika wektu lan nalika kapan bae

 

Kayata wit tresno ku iki sekokoh wit jati…..

Panggonan tresno ku iki neng atimu

Lan tresno ku iki selamane kangge sampean…….

Anggitane : Siti Munawaroh(B)

 

KANGEN

Suku ku wis mboten sanggup mlampah malih

Nalika srengenge madhangi jagat

Rintihan ati kang kangen marang tresnamu

 

Saben wengi aku ngenteni tekamu

Atiku krasa sepi

Uripku tanpa werna

 

Kayata dalan sing mboten pernah dilewati manungsa

Aku sesingidan ing sajroning petenge jagat

Nggadekaken ati kangge nampi sekabehane

Nalika tanganku mboten saget maleh ngemek slirahmu

 

Trenyuh ati kula

Nalika kelingan slirahmu kang nyegerke ati

Nanging apa daya

 

Kula mung manungsa biasa

Ingkang ngrasa kangen

Nalika ditinggal slirahmu saklawase

Anggitane: Siti Patimah

 

MBOTEN SAGED URIP TANPAmu

Cahyamu selalu madhangi uripku

Mripatmu kadya lintang ing wengi sing kang madhangi langit

Granamu apik kadya kembang mlati sing dereng megar

Lan swaramu kadya ron-ron ing enjing dinten sing kabur kanginan

 

 

Menawa tiyang-tiyang sanjang

Panjenengan kenes sekenes gula

Niku mpon lumrah

Krana menurut kula

Panjenengan kenes kaya madu sing nembe mundhut saking sarange

 

 

Kula mboten saged urip tanpa panjenengan

Yen panjenengan kesah

Uripku dados krasa peteng

Krana obormu kadya

Srengenge sing selalu

Maringi werno, ngcerahke lan

Madhangi dino-dinoku

Anggitane: Siti Rochimah

TRESNOKU MARANG SLIRAHMU

Idamane Atiku.

Salah suijine Dino.

Kulo ningali Awakmu ten pinggir segoro.

Awakmu lungguh mboten sadar.

Nek enten renggateke awakmu.

Saat kulo ningali langit cerah ten wayah Sore.

Semilir  angin ngibaske rambute awakmu reng terurai.

Bebarengan kalian kulo ningali Mripatmu.

          Walaupun rawuhmu mboten dangu.

          Tapi saget nentremake atiku.

          Napa niku reng jenenge Tresnaku marang slirahmu ?

          Wedal wengi kulo ningali.

                             Rembulan reng dadari mancarke cahaya.

                             Reng sae, indah, lan sempurna.

                             Koyo deneng mripatmu.

Reng ningali awakmu.

          Saget damel ngruntuhke Sukmaku.

          Lan dados damel tresnoku marang slirahmu.

Anggitane: Siti Sakinatur Rizqi

 

Mboten Wonten Ingkang Abadi

Uripku seumpama segara es kang tiap tahun

Terus mencair ingkang kepangan umur

Utawi seumpama jagad ingkang tiap tahun

Sensaya tua ingkang kepanagan umur

Lan utawi seumpama watu gede

Ingkang kena banyu secara terus menerus

           

            Ingkang kayata biyen awakmu

            Awakmu. . . . .demen karo aku

            Cecaketan karo aku

            Lan ing padunung iki kita telah berjanji

            Lan  ingkang biyen tanganmu ngelengake aku

            Lan suaramu ngademke atiku

            Lan iku sakniki hanyalah tinggal kenangan

Anggitane: Sobirotul Aqliyah

 

TRESNAKU

Awakmu kanyata srengenge

Ingkang sering nyinariku

Sedina ora ana awakmu

                                      Aku krasa sepi…           

 

Kanyata kembang ingkang alum

Amargi tanpa banyu ingkang nyegeraken…

 

Sepisan aku weruh kowe

Atiku krasa seneng…

Senajan kula ngerti awakmu

 

Ora tresna karo aku

Tresnaku ora  bakal ilang

Mung kowe ingkang wonten neng atiku

                                                                                           Anggitane:  Suprihatin

TRESNA KANG SEPISAN

Esemmu ngobori atiku

Kancana sukmaku bab katresnan sajuning ati

Senajan awakmu adah saka awakku

               Aku tetep tresna marang awakmu

 

Krana jagat iki

Wes dedi saksi tresna ku

Marang awakmu

Apa awakmu reti

Dek awan mbengi aku mboten nglalekke awakmu

 

Senajan angin panas

Nyinari ing nduwur sirahku

Aku tetep tresna lan setya marang awakmu

 

Karna awakmu tresna kang sepisan

Anggitane :  Syafa’atul Udzma

 

TRESNA KANG ICAL

Kahanipun krasa sepi

Wanci wengi kula turu

 

Nalika aku ningali esemmu

Kadya kenes kayata madu

Sukmaku krasa sumringah

Nalika aku wonten ing sajroning atimu

 

Nangin kabeh niku ngilang

Ngilang saking uripku

Duniaku krasa abot

Adoh saking langkahmu

                                                            Anggitane: Syamsiatun Naini Apriliya.

 

KANGENKU

SABEN DINO…..

AGEN-AGENKU KARO AWAKMU

KADYA AGIN SING SABEN DINO

GAWE TENANG ATI KU

 

WAJAHMU…

SELALU WONTEN ING SOCA KU..

CAHYA SABEN DINO…..

REMBULAN PURNAMA

SING NYINARI SETIAP

WAJAHMU,

KADYA REMBULAN PURNAMA

SING NYINARI SETIAP WENGI KU

OH KASIH KU…..

AKU WIS PENGEN CEKATAN

KARO AWAKMU…

Anggitane: Titik Ismayati

 

Kangen

Nalika Aku kangen marang awakmu

Aku mesti kelingan,

Kelingan Awakmu nalika maringi kembang marang Awakku

Swaramu nalika nyanyi ning pangarepanku

Ndadekake atiku gemeteran

                                    Esemanmu,

                                    Kayata lampu sing padang banget

                                    Sing madangi atiku nggal aku arep tumindhak

                                    Awakmu sakti banget,saka sikapmu

Ndadekake aku tresno marang awakku

Yen wengi wis teka

Mung sumilir angina wengi sing ngancani aku                  

Fikiranku buyar,

Lan mung kelingan awakmu

                                    Aku kangen marang esemanmu,

                                    Nanging saiki,

                                    Marang ngendi langkahmu lunga

                                    Sanajan dhewe ora tau ketemu

Anggonmu bakal tetep ning atiku seamane.…

Anggitane: Titik Istiani

 

Tresnamu

Tresnamu tak pendem nang jero ati.

Tresnamu kang suci lan tulus.

Tresnamu ora tak bagi kanggo sapa bae.

Esemmu kayata madu.

Tinapi sedihmu pahit nang atiku.

            Krasa seneng njalani urip iki.

            Urip tanpamu kayata kali tanpa banyu.

            Wajahmu kayata bintang.

            Kang terus madangi wngiku.

            Tresnamu lan tresnaku terus bebarengan.

            Kanthi aku nang panggonan saklawase.

Anggitane: Tri Riyana

 

DOA

Ing sujud

Aku teteske banyu saka mripat iki

Kelingan ing wanci

Nalika aku katisen

Awakmu ngangetke awakku

Nalika aku gawe salah

Awakmu mesem manis ngandani awakku

Ing pandongoku saben dina

Mugi-mugi awakmu

Seneng ana ing kubur

Paring keslametan

Ana ing akhirat

Aku adoh saka awakmu

                                                                                    Anggitane: Tuti A’lawiyah

 

TRESNAKU

Kala awakku kepanggih pandanganmu

Tresnamu kedugi mbelah atiku

Kanyata purnama mbelah langit

Jawoh sanes rintangan

Ingkang gawe wong kendel kangge majeng

Obormu kang makantar – kantar

Ingkang gawe atiku Rumaos remen

Cecaketan marang awakmu

Tresnaku seng mesti wangi

Sanajan dipuntedha angen wektu

Parasmu, sifatmu

ingkang gawe awakku semangat

seng mboten saged pejah

Anggitane: Umi Suci Hidayati

 

Kaendahanmu

Pelangi ing langit kang warna warni

Kayata kembang

 

Wajahmu kang bercahaya

Gawe padang urepku

Gawe adem ing atiku

 

Nalika asta iki mboten saget di obahke

Tangan iki kepengen krajuk

sajronging atiku

 

pengen cecaketan kaleh awakmu

kang apik lan indah

nyemangati langkahku

Anggitan: Uswatun Khasanah

 

Tresna

Kula tresno karo sampean

Sampean kang gawe awakku

Anteng sajroning ati

Kang madhangi jagadku

          Wajahmu kang ayu

          Gawe kula mboten saged nglupakke awakku

          Wajahmu jumbuh kayata bulan purnama

Ananging saiki kula mboten saged mandhang wajahmu

Sampean kang gawe kula tresno

Saii gawe kula nangis

Saben dina pipiku teles kerana tangisan

Saiki sampean sampun mboten wonten

          Ing jagad iki

Namun kula tetep tresno karo sampean

                                                                   Anggitane: Vina ulyani

 

KAENDAHAN

Socamu medalakan cahaya

Karna cahayamu iku

Aku boten saget nglupakke sliramu

Karena ana pelangi neng socamu

Tinapi wonten setunggal sing mboten saget

Di lupakke maring sliramu yaiku

Swara lan irungmu….

Saking senenge,pikiran ibumu…

Sing nglahirke sliramu….

Aku dados trenyuh

Wacana terindah kang pernah kuwaca…..

Anggitan: Wahyu Ani Wigati

 

KATRESNAN

Aku tansah tresno awakmu

Wicaramu lemah lembut

Kang bisa gawe ati tentrem

Panjenengan mesti ana

            Ing ati lan fikiranku

Sehelai klambi

Sing gawe aku susah

Nglalekna awakmu

Senajan aku wis sinau

            Kanggo glalekake awakmu

            Tapi aku malah tibo Ing pelukanmu

Awakmu gadhah sifat kang

Gawe aku seneng

                                                                                                Anggitane: Warnila

 

TRESNO MARANG IBU

Ibu . . . . .

Anggonku kangge curhat

Tantangan sing angel

Dadi gampang

Nek wonten ibu

Atiku longgar koyo kembang megar

Nek weruh eseme sing manids banget

Lan aslise sing nanggal sepisan

Ora bakal biso aku nglalekke

Aku bakal tresno saklawase

Marang ibu

Aku bakal nglindungi ibu

Kayata ri-ri sing nglindungi

Kembang mawar

Ibu. . . . .

Panjenengan

Malaikatku,sihku,lan cahayaku

Ing jagat niki

                                                                                                        Anggitane: Widya Yuliana

 

IBU

Sedino, sejam, semenit lan sedetik

Aku mesti nyebut asmamu

Pengorbananmu gedhe sanget marang aku

Esemmu dadekke aku semangat

 

Nalika aku lara, kau seng ngobati aku

Kasih sayangmu kayata kertas

Seng iseh bersih lan putih

Senge mesti ku ileng nang pikiranku

Sampek rikmaku putih kabeh

 

Demenku nang dunya iki rak ono tandingane

Tanpa kau, aku rak ono nang dunya iki

Sedino aku ora temu, aku kan ngayuh

Sampek ujung dunyo iki

Anggitane: Wilda Hanimah

 

BINTANGKU

Wengi sensaya atis

Bintang kancani geteng lelimengan

Tresna ku kale jenengan ora iso sedo

Kulo setiap waktu mikirke jenengan

Jenengan ibarat bintang ning awan

Padangi atiku seng ayem tentrem kale jenengan

Sak ikine jenengan ilang ora ana pawarta

Kula goleki jenengan tanpa sayah

Tapi tetep bae jenengan ora ana pawarta

Atiku kaya rongaring tanpa jenengan

Tresna ku sajroneng atiku ora iso ilang

Sampean tuhan misah ke kita

Oh . . . . . . Bintangku

                                                                                                         Anggitane: Wilda Nofiati 

 

KATRESNAN

Aku lank owe lenggah bareng

Neng nduwur kursi seng izek mulus

Esemmu manis kaya madu

Pandanganmu ngalihke jagatku

 

Tanpa klalen aku mikirke awakmu

Tekan kegawa mimpi neng tilemku

Klebu sajroning ati

 

Tersnaku tekan kagubet mori

Kaya panci sing ora klalen karo tutupe

Kaya surya sing selalu bersinar

Anggitane: Winda Putri

 

KATRESNAN

Cahyamu gawe aku kumelyang mboh ana ing ngendi

Yen aku nyawang mpripatmu kang bunder

Aku ngrasa pingen cecaketan terus marang awakmu…

Aku mboten saged mbayangke yen aku pisah marang awakmu

Uripku bakal peteng karna adoh saka cahyamu

Seng kaya rembulan seng bias madangi uripku…

Matahari, dina lan wektu kang dedi seksi

Yen aku katresnan marang slirahmu

Mboten wonten sak liyane awakmu…

Kang  mas…

Aku tresna lan sayang marang awakmu

Panjenengan…

Urip lan matiku,permata lan berlian atiku…

Ana ing ngisar langit iki

aku sumpah yen aku tresna marang awakmu…

aku kepengen urip bareng marang awakmu

ngadepi dina – dina sesarengan yen seneng lan susah

Anggitane: Wulandari

 

PUTUS

Nalika sampeyan wis mboten kalian Sekar sing diparingi awakmu

Selalu tak simpen

Senyum manismu tuntas

Neng njero mimpi

Setiap aku mlampah

Mesti ono bayanganmu

Opo bae sing kulo lakukan

Selalu ingat awakmu

Namun………..

Uripku sengsaya rak ana gunane

Nalika panjenengan Ngucapke

Putus…………..

Saiki suasana atiku sepi

kula

Atiku kaya samudra

Seng rak ana penghunine

Obor sing maune padang

Saiki rak maneng

Karena kenang angin

Dina-dinaku krasa luwih abot

Ngejalani dina

Rak bareng awakmu

Anggitane: Yuliani Sita Dewi

 

TRESNOKU

Naliko aku mbuka’ jendela

Naliko iku pula aku koyoto ningali panjenengan

Sukmaku kumelyang koyoto kapas kang kabur kanginan

Aku tresno karo sampean

Ten ngandap cahaya lampu aku ningali sampean kang bagus rupane

Aku sensaya tresno karo sampean

Naliko iku aku ningali awakmu tasek jalan-jalan kalian wong wadok liyo

Kang apik rupane

Atiku keroso panas 

Nelongso tak rasakke

Anggitane: Yulita Khofiyani

 

NGEROSO SEPI

Ing wulan iki aku kroso sepi tanpo dirimu

Prautanmu ngawe semangat urip ku

Pandanganmu ngawe atiku gemeter

Nangeng raga ku

Aja mok keloro ke

Marang wong liyo

Ing dukuh iki

Aku ngerosokke

Angin seng gedene . . . . .nemen

Nangeng aku

Rak iso ngawek ke

Makantar-kantar geni iki

Tanpo dirimu

 

Anggitane: Yuliya

 

KAWAN

Kawan . . .

            Sewu gunung wis tak lewati

            Sewu jangkah wis tak lakoni

            Senajan irung neteske getih

            Nanging  ora tak gawe loro ati

Kawan. . . .

Wit biyen aku tansah goleki

Anganmu tansah mbayangi

Aku ora bisa ngademake ati

Karna mung awakmu sing tak dinteni

                                                                                                            Anggitane: Yunia Qoriaina

 

IBU

Ibu… Jagatmu jagatku

Tanpamu kula nelangsa

Panjenengan kadya geni sing makantar-kantar

Ing atio kula

Wajahmu selalu ana ing pikiranku

 

Oh ibu…..

Atiku mamring tanpa awakmu

Alismu nanggal sepisan

Ayu kayata atimu

 

Dina-dinaku sensayasumringah

Sakwise awakkmu teka ing njero atiku

Ragamu selalu ana ing benakku

Tresnaku gede marang sliramu

Anggitane: Zaenatul Rosiam

 

KANG TERSAYANG

Uripku ngrasa luwih endah bareng slirahmu.                             

Nalika awan peteng nutupi langit nan biru.

Slirahmu kang madhangi kaliyan cahya tresnamu.

Swaramu……

Kang dadi penyemangat ing uripku.

Ing kabeh Jagat ikilah, mung Slirahmu.

Naliko aku ningali ali-ali kang ngubengi ing jari.

Iku sampun dadi bukti, neng slirahmu tresna aku.

Atiku seneng nduweni slirahmu.

Inggal wengi aku ndongo kangge kebaikanmu.

Lan aku ngarep kito saget urip bareng slirahmu.

Sak teruse……

Inggal jangkah aku terus inget slirahmu

Mung slirahmu ing aku sayangi……….

Anggitane: Zahrotul Ukhba

 

KANGEN

Awakmu gawe dina – dina ku berwarna

Wajahmu manis lan bersinar

Kadya sinar rembulan

Madhangi jagat iki

Ingkang peteng

 

Adoh saka cahyamu

Gawe aku sangsaya kangen kaliyan panjenengan

Bayangmu selalu ono ing pikiranku

 

Panjenengan

Penerang lan panutan ing uripku

Anggitane: Zuliatus Sa’adah

By Nurwidodo Estu Aji